Selasa, 05 Februari 2019

Menggugat Sekolah Bisnis





Ketika Profesor Martin Parker bergabung ke Warwick Business School delapan tahun yang lalu, dia sempat dikejutkan oleh keunikan dari arsitektur bangunan sekolah tersebut. Bangunan-bangunan modern yang rapi terletak jauh dari lingkungan yang tidak bagus di bangunan utama universitas. Pintu depannya menghadap ke arah lain dari kampus. 

Pintu belakang, katanya, dilengkapi dengan kata sandi agar tidak sembarangan orang bisa masuk. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk, pertanda ada privacy yang ingin dibangun kalau tak mau dikatakan eksklusivitas. Tapi, bisa juga itu keinginan untuk menciptakan keamanan. Lagi-lagi ini menyiratkan kekhawatiran, sementara kampus idealnya adalah untuk siapa saja yang ingin berilmu. 

Arsitektur serupa seakan menjadi konvensi di sebagian besar sekolah bisnis di Inggris. Yang dia lihat di Warwick juga sama dengan yang di University of Bristol Department of Management, tempat dia mengajar studi tentang organisasi sekarang. Ini seakan membenarkan anggapan bahwa sekolah bisnis biasanya menempati dunia fisik yang terpisah dari institusi induknya.

Kebiasaan membangun bangunan terpisah dari induknya, menurut Parker, bisa jadi untuk memproyeksikan efisiensi dan kepercayaan diri. Sekaligus mempertontonkan status elit dan tujuan pedagogis, serta berperilaku seperti bisnis yang sukses daripada lembaga akademis belaka.

Bagi sebagian atau bahkan kebanyakan orang, bisa jadi itu suatu kewajaran. Kenapa? Tak bisa dipungkiri, tidak hanya di Inggris tetapi juga di seluruh dunia, sekolah bisnis yang sukses menyumbangkan pendapatan yang signifikan bagi universitas. Sekolah bisnis memiliki gedung terbaik karena menghasilkan keuntungan terbesar (halaman viii)

Pada saat banyak orang kekurangan uang tunai, sekolah bisnis menghasilkan keuntungan. Tanpa mereka, kata Prof Parker, banyak universitas secara teknis bangkrut. Dalam kalkulasinya, Prof Parker memperkirakan bahwa sekolah bisnis menghasilkan pendapatan global minimal $ 400 miliar. Meski di sisi lain, banyak juga kritik yang ditujukan kepada sekolah bisnis. Misalnya, para pelaku bisnis dan pengusaha mengeluh, lulusan sekolah bisnis tidak memiliki keterampilan praktis misalnya.

Yang menarik adalah, pengusaha tetap tertarik pada lulusan sekolah bisnis. Dengan biaya jumbo untuk MBA dan program master lainnya (biaya yang harus dikeluarkan setiap mahasiswa rata-rata MBA sekitar $ 200.000, menurut data FT), peserta didik dipesan lebih dahulu untuk klien perusahaan yang bergengsi, alumni yang bermurah hati dan ruang kelas penuh dengan siswa internasional yang menguntungkan, sekolah bisnis sering menjadi salah satu aliran pendapatan terbesar di institusi induknya.

Dalam Shut Down the Business School: What’s Wrong with Management Education (Pluto Press), Prof Parker berpendapat bahwa model “sapi kas” ini, yang terlalu peduli dengan melayani pemberi kerja, yang tidak hanya menyebabkan kekurangkakuan akademis: bisa jadi itu membuat pendidikan sekolah bisnis gagal.

Segera setelah krisis keuangan tahun 2007, sekolah bisnis disalahkan karena meletakkan dasar sikap terhadap perdagangan yang sangat merusak. Menurut Prof Parker, gelar MBA tidak mencegah orang terlibat dalam praktik yang berisiko atau korup. Beberapa penelitian setuju: sebuah laporan dalam jurnal Human Relations pada tahun 2000 menemukan risiko kejahatan perusahaan meningkat ketika para manajer memiliki kualifikasi pendidikan pascasarjana di bidang  bisnis.

Buku ini memberikan contoh Suma Foods, koperasi pekerja yang mendirikan perusahaan yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya. Perusahaan ini didirikan di kota Leeds, Inggris utara, pada tahun 1977 dan merupakan wholesaler terbesar di Inggris, yang mengkhususkan diri dalam produk vegetarian, organik, etikal dan alami.

Pada tahun 2016, koperasi khusus ini adalah salah satu dari 6.797 koperasi di Inggris, yang secara keseluruhan mempekerjakan total 222.785 orang, dan dengan omset sebesar £ 35.7 miliar.  Suma diajdikan contoh untuk menunjukkan bahwa ada alternatif yang layak untuk manajemen sebagai bentuk pengorganisasian umum.

Ini juga menekankan bahwa jika sekolah bisnis ingin menjadi suatu disiplin yang tepat, mereka perlu memasukkan koperasi dan model bisnis lain dalam kurikulumnya. Mereka juga harus memberikan  perhatian pada model-model alternatif seperti yang mereka lakukan untuk model-model perusahaan dan manajemen.

Masyarakat membutuhkan tempat di universitas yang memungkinkan masalah pengorganisasian dipelajari dan diajarkan. Bagaimana tidak, klub pemuda atau perusahaan multinasional, masalah koordinasi dan kontrol adalah pusat kehidupan masyarakat. Ini bukan hanya soal memikirkan aspek bisnis 'lunak' semata, karena memahami pengorganisasian juga termasuk berpikir tentang uang, tentang membuat berbagai hal dan memindahkan barang, dan tentang hukum (dan juga tentang negara).

Masalah hukum, teknologi dan keuangan yang membentuk pengorganisasian juga harus diajarkan dengan cara yang tidak memisahkan mereka dari pilihan politik dan etika. Ekonomi, akuntansi dan keuangan bukanlah teknik netral yang dapat atau harus diajarkan seolah-olah mereka bebas konteks.

Jadi, ide tentang 'pasar', 'efisiensi', 'produktivitas', 'laba' dan sebagainya harus selalu dipahami sebagai kontrak social, bukan fenomena alami yang tunduk pada hukum abadi. Memasukkan lingkungan, kesetaraan dan etika ke dalam bentuk perhitungan semacam itu tidak menyimpangkannya, melainkan mengklarifikasi tujuan mereka.


Judul Buku : Shut Down the Business School: What’s Wrong with Management Education

Penulis : Martin Parker
Penerbit : Pluto Press London, 2018
Tebal Buku : 198 halaman



Prof Parker telah bekerja di sekolah bisnis selama 20 tahun. Dia mengkritik industri ini dari dalam, yang mungkin tampak aneh, tetapi bukan hal baru. Dia bergabung dengan tradisi akademisi sekolah bisnis yang juga menjadi pengkritik, termasuk Henry Mintzberg, profesor studi manajemen di McGill University di Montreal, yang melahirkan manifesto 2004, Managers Not MBAs, dan mendorong reformasi dalam pendidikan manajemen.  

Jeffrey Pfeffer, profesor perilaku organisasi di Stanford Graduate School of Business, telah secara terbuka mengkritik keadaan sekolah bisnis di AS. Orang luar juga ada dalam pengkritik itu. Tahun lalu, jurnalis keuangan, Duff McDonald, masuk ke dalam pendekatan studi kasus Harvard Business School yang mendukung pengajarannya dalam bukunya, The Golden Passport.

Tetapi Prof Parker, yang menekankan bahwa dia tidak anti-bisnis, mengatakan posisinya berbeda. Usulan Mintzberg dan Pfeffer memasukkan pendekatan humanistik ke dalam pendidikan bisnis, tidak cukup radikal. 

Sebaliknya, Prof Parker ingin menggusur dan membangun alternatif. Satu dekade setelah krisis keuangan global, dia berpendapat, sekolah bisnis terus beroperasi sebagai juara "pasar" yang tidak perlu dipertanyakan dan lebih bertindak sebagai manajer kapitalisme. Sebagai akibatnya, mereka menghasilkan generasi pemimpin perusahaan yang tidak reflektif, dan lebih tertarik pada keuntungan pribadi.

3 komentar:

  1. Halo semuanya, Nama saya Siska wibowo saya tinggal di Surabaya di Indonesia, saya seorang mahasiswa, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman untuk sangat berhati-hati karena ada banyak perusahaan pinjaman penipuan dan kejahatan di sini di internet , Sampai saya melihat posting Bapak Suryanto tentang Nyonya Esther Patrick dan saya menghubunginya melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)

    Beberapa bulan yang lalu, saya putus asa untuk membantu biaya sekolah dan proyek saya tetapi tidak ada yang membantu dan ayah saya hanya dapat memperbaiki beberapa hal yang bahkan tidak cukup, jadi saya mencari pinjaman online tetapi scammed.

    Saya hampir tidak menyerah sampai saya mencari saran dari teman saya Pak Suryanto memanggil saya pemberi pinjaman yang sangat andal yang meminjamkan dengan pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp200.000.000 dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau tekanan dengan tingkat bunga rendah 2 %. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa nomor saya diterapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, segera saya menghubungi ibu melalui (estherpatrick83@gmail.com)

    Dan juga saya diberi pilihan apakah saya ingin cek kertas dikirim kepada saya melalui jasa kurir, tetapi saya mengatakan kepada mereka untuk mentransfer uang ke rekening bank saya, karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres atau penundaan.

    Yakin dan yakin bahwa ini asli karena saya memiliki semua bukti pemrosesan pinjaman ini termasuk kartu ID, dokumen perjanjian pinjaman, dan semua dokumen. Saya sangat mempercayai Madam ESTHER PATRICK dengan penghargaan dan kepercayaan perusahaan yang sepenuh hati karena dia benar-benar telah membantu hidup saya membayar proyek saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman, silakan hubungi Madam melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)

    Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (siskawibowo71@gmail.com) jika Anda merasa kesulitan atau menginginkan prosedur untuk mendapatkan pinjaman

    Sekarang, yang saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman bulanan yang saya kirim langsung ke rekening bulanan Nyonya seperti yang diarahkan. Tuhan akan memberkati Nyonya ESTHER PATRICK untuk Segalanya. Saya bersyukur

    BalasHapus
  2. Halo semuanya, saya Rika Nadia, saat ini tinggal orang Indonesia dan saya warga negara, saya tinggal di JL. Baru II Gg. Jaman Keb. Lama Utara RT.004 RW.002 No. 26. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberikan saran nyata kepada semua warga negara Indonesia yang mencari pinjaman online untuk berhati-hati karena internet penuh dengan penipuan, kadang-kadang saya benar-benar membutuhkan pinjaman , karena keuangan saya buruk. statusnya tidak begitu baik dan saya sangat ingin mendapatkan pinjaman, jadi saya jatuh ke tangan pemberi pinjaman palsu, dari Nigeria dan Singapura dan Ghana. Saya hampir mati, sampai seorang teman saya bernama EWITA YUDA (ewitayuda1@gmail.com) memberi tahu saya tentang pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ny. ESTHER PATRICK Manajer cabang dari Access loan Firm, Dia adalah pemberi pinjaman global; yang saya hubungi dan dia meminjamkan saya pinjaman Rp600.000.000 dalam waktu kurang dari 12 jam dengan tingkat bunga 2% dan itu mengubah kehidupan seluruh keluarga saya.

    Saya menerima pinjaman saya di rekening bank saya setelah Nyonya. LADY ESTHER telah mentransfer pinjaman kepada saya, ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah Rp600.000.000 yang saya terapkan telah dikreditkan ke rekening bank saya. dan saya punya buktinya dengan saya, karena saya masih terkejut, emailnya adalah (ESTHERPATRICK83@GMAIL.COM)

    Jadi untuk pekerjaan yang baik, LADY ESTHER telah melakukannya dalam hidup saya dan keluarga saya, saya memutuskan untuk memberi tahu dan membagikan kesaksian saya tentang LADY ESTHER, sehingga orang-orang dari negara saya dan kota saya dapat memperoleh pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) silakan hubungi LADY ESTHER Dia tidak tahu bahwa saya melakukan ini tetapi saya sangat senang sekarang dan saya memutuskan untuk memberi tahu orang lain tentang dia, Dia menawarkan semua jenis pinjaman baik untuk perorangan maupun perusahaan dan juga saya ingin Tuhan memberkati dia lebih banyak,

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (rikanadia6@gmail.com). Sekarang, saya adalah pemilik bangga seorang wanita bisnis yang baik dan besar di kota saya, Semoga Tuhan Yang Mahakuasa terus memberkati LADY ESTHER atas pekerjaannya yang baik dalam hidup dan keluarga saya.
    Tolong lakukan dengan baik untuk meminta saya untuk rincian lebih lanjut tentang Ibu dan saya akan menginstruksikan, dan ada bukti pinjaman, hubungi LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) Terima kasih semua

    BalasHapus
  3. Nama :: Fitri Reza
    Email :: Fitrireza72@gmail.com
    Whatsapp :: +6285775967323
    Negara :: Indonesia



    Nama saya Fitri Reza dari Indonesia, saya pernah mengalami kesulitan keuangan yang sangat sulit di masa lalu dan saya telah ditipu oleh pemberi pinjaman palsu yang mengambil dari saya dan tidak pernah benar-benar memberi saya pinjaman, sampai baru-baru ini ketika saya mendengar tentang perusahaan (FEMI OTEDOLA LOAN FIRM), yang memberikan pinjaman nyata dan sah, setelah berpikir serius saya sampai pada kesimpulan dan mengajukan pinjaman, setelah beberapa langkah, saya menyelesaikan proses dan saya menerima pesan dari perusahaan bahwa saya pinjaman telah ditransfer, pertama saya berpikir itu adalah lelucon dan saya lari ke ATM dan saya memeriksa dan mengetahui bahwa itu benar dan saya bersumpah untuk membagikan ini kepada semua orang bahwa FEMI OTEDOLA LOAN FIRM adalah nyata dan mereka memiliki bukti untuk saya bahwa memang ada perusahaan pinjaman yang sah dan jujur di luar Indonesia. jika Anda saat ini menghadapi masalah keuangan dan Anda ingin perusahaan pinjaman yang dapat dipercaya membantu Anda, hubungi FEMI OTEDOLA LOAN FIRM hari ini dan dapatkan pinjaman dengan cepat ..

    Kontak
    Perusahaan :: FEMI OTEDOLA LOAN FIRM
    Email :: Femiotedolaloanfirm@gmail.com
    Whatsapp :: +1 (469) 464-5833
    Whatsapp :: +1 (806) 395-2203

    BalasHapus