Selasa, 18 Februari 2020

Stereotype Kopi


*JAM 6 TENG*



Pada tahun 1960an, banyak iklan televisi yang menurut standar sekarang sekarang dianggap sebagai penggambaran seksis tentang sejarah peran gender.

Tahun 1960an, ada iklan komersial kopi Folger yang mempertontonkan seorang lelaki berseragam duduk di meja sementara istrinya mencuci piring.

Dalam iklan itu, sang suami terlihat menyeruput kopi dan ekspresi jijik muncul di wajahnya. Dia kemudian berkata, "Oh tidak."

Mendengr itu, istrinya bertanya, “Apa ada yang salah?”

Sang suami memberitahu istrinya bahwa kopinya – maaf – nggak enak. Lagi dia dengan ringannya  mengatakan bahwa dia bisa mendapatkan kopi yang lebih baik di kantornya. .

Ini adalah penggambaran stereotip tentang seorang perempuan yang menjadi juru kunci untuk suaminya yang bekerja. Interaksi dengan suaminya itu rupanya membuat sang isteri menjadi sangat terganggu.

Pemirsa iklan itu lalu melihat dia bergegas ke toko kelontong. Di toko kelontong, dia meminta seorang lelaki pemilik toko kelontong menceritakan pengalaman dengan suaminya dan memintanya untuk membantunya mengatasi masalahnya itu.  Sang pemilik toko lalu menyarankan agar dia mencoba kopi instan Folger.

Pada saat iklan ini ditayangkan, wanita masih dianggap sebagai pembelanja utama. Mereka menempatkan kaum pria sebagai ahli kopi. Penggambaran ini terlihat ketika pemilik toko mengoreksi omongan sang isteri.

Pemilik toko tadi mengatakan bahwa nama kopi yang disebutkan tidak benar. Ini adalah adalah bukti lain yang merepresentasikan bahwa seorang lelaki memiliki pengetahuan yang lebih baik.

Pada akhir iklan ini, istri ini memutuskan untuk membeli Folger karena toko kelontong memberi tahu dia bahwa Folger rasanya enak dan segar. Ketika dia menyeduh secangkir kopi New Instant Folger, suaminya berseri-seri.

Dia lalu berkata kepada isterinya, kopi yang diseduhnya jauh lebih enak daripada kopi yang biasa dia dapatkan di stasiun. Suami ini menatap istrinya dengan mata penuh kasih dan menunjukkan raut muka senang.

Harapan Folger bahwa iklan ini meningkatkan pejualan terbukti. Banyak ibu rumah tangga di seluruh Amerika ingin menyenangkan suami mereka. Menyiapkan makanan dan minuman yang dapat membuat suami mereka menikmatinya adalah bagian penting dari upaya menyenangkan sang suami.

Ibu rumah tangga seakan termotivasi untuk membeli kopi ini karena rumah tangganya ingin semesra seperti yang dilihatnya di iklan itu. Mereka ingin pernikahannya menyerupai hubungan pasangan yang semenarik dan sebahagia seperti yang digambarkan pada akhir iklan ini.

Meskipun mungkin saat ini stereotip tersebut masih bisa dilihat. Di sebagian orang masih ada gambaran bahwa -- gadis yang dalam iklan itu diposisikan berada dalam kesusahan – tampak lembut, baik, dan peduli. Itu semua adalah karakteristik seorang ibu rumah tangga yang hebat di tahun 1960-an. Itu dulu, sekarang mungkin berubah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar