Jumat, 03 April 2015

Kiat-Kiat Wartawan Mengorek Informasi Anda Saat Krisis

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti acara jumpa pers yang diadakan untuk memberikan informasi terbaru tentang situasi yang menimpa sebuah perusahaan penerbangan. Dalam sesi Tanya jawab, ada pertanyaan menarik yang diajukan aseorang wartawan, “Jadi siapa yang bertanggungjawab?”

Perrtanyaan itu saya anggap wajar, karena dalam setiap krisis, para pemangku kepentingan termasuk wartawan cenderung berusaha mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas suatu masalah.

Yang menarik adaah jawaban dari juru bicara perusahaan tersebut yang mengatakan bahwa perusahaan masih meneliti dan memverifikasi informasi yang masuk. Dia juga mengatakan bahwa perusahaan tidak bermaksud mencari siapa yang salah namun lebih ditujukan untuk perbaikan sistem sehingga masalah tidak muncul lagi dikemudian hari. Kalau pun masalah tersebut muncul lagi, dengan prosedur yang telah disempurnakan, masalah tersebut segera diatasi.  

Bagi sebagian besar juru bicara perusahaan, menghadapi wartawan antagonis – bila salah dalam mensiasatinya – kadang-kadang memang merepotkan. Meskipun pada kenyataannya, menhadapi wartawan yang memiliki karakter demikian, pada dasarnya tidak lebih sulit dibandingkan dengan wartawan lain yang ramah. Anda hanya perlu beberapa wawasan tentang karakter mereka sehingga Anda siap untuk menemui mereka.

Dalam situasi krisis, berikut ini simak tiga trik yang digunakan wartawan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan sehingga juru bicara mengatakan lebih dari yang mereka inginkan. Juga bagaimana memastikan Anda siap berurusan dengan mereka.

1. “Saya lagi dikejar deadline nih.” ...
Wartawan memahami benar tentang pentingnya menjaga dan menunjukkan bahwa berita mereka harus imbang. Karena itu, agar cerita mereka seimbang, mereka berusaha mendapatkan informasi dari pihak yang memiliki sudut pandang yang berlawanan. Dalam situasi seperti ini apapun jawaban Anda pasti akan dikutip wartawan.

Untuk mendapatkan informasi dari Anda, mereka sering mengatakan dengan mengemukakan alasan dikejar deadline. Mereka juga akan mengatakan bahwa mereka memiliki sejumlah iformasi dan butuh konfirmasi dari Anda.

Karena itu, wartawan akan memanfaatkan kelengahan Anda dengan menanyakan sesuatu sambil mengharapkan Anda mengatakan sesuatu yang bisa makin mempertajam cerita mereka. dalam situasi seperti ini, mengatakan 'no comment' merupakan suatu tindakan yang tidak disarankan. Ini karena akan menimbulkan persepsi pada mereka sepertinya Anda mencoba untuk menutupi sesuatu pula.

Namun demikain, sebagai juru bicara perusahaan, Anda jangan sampai luluh oleh pendekatan ini. Katakan pada mereka bahwa Anda senang berbagi informasi dengan mereka, cuma waktunya yang belum tepat. Katakanlah bahwa Anda saat itu masih mengumpulkan dan memverifikasi informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Katakan pada mereka bahwa Anda akan menghubungi mereka bila mendapatkan informasi yang akurat. Gunakan selang waktu itu untuk membangun pesan kunci Anda, mencari sesuatu yang bisa membantu wartawan tadi untuk menyusun dan membuat cerita terbaru. Gunakan pula waktu itu untuk berpikir dan mengantisipasi beberapa pertanyaan sulit yang mungkin diminta watawan pada Anda.

2. Beberapa Pertanyaan dalam Satu Kesempatan
Taktik lain untuk membuat Anda lengah dan membuat Anda berbagi informasi yang tidak Anda siapkan  adalah menanyakan beberapa pertanyaan sekaligus. Hal ini bisa sangat membingungkan, karena pada saat yang bersamaan Anda berjuang untuk menentukan dan memilih respon terbaik terhadap berbagai pertanyaan. Jangan mengambil umpan tersebut. Dengarkan dan simak setiap pertanyaan yang diajukan dan pilih salah satu yang membuat Anda merasa paling nyaman. Jika wartawan benar-benar ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan lainnya, mereka langsung bertanya lagi. Namun ingat bahwa Anda tidak harus menjawab setiap pertanyaan yang mereka ajukan.

Jika seorang wartawan bertanya tentang sesuatu yang Anda tidak ingin menjawabnya, katakan padanya dengan sopan bahwa Anda merasa tidak nyaman menjawab pertanyaan karena bukan wewenang Anda untuk menjawabnya. Bangun jembatan untuk sesuatu yang Anda ingin katakan. Misalnya tanyakan kepada bila pada kondisi yang sama apa yang mereka lakukan, dan katakanlah bahwa hal itu bukan kewenangan Anda untuk mengatakannya, atau situasinya masih dalam proses verifikasi dan sebagainya.

3. Dead Air
Dalam suatu wawancara misalnya, seringkali wartawan menggunakan trik simpati terhadap Anda. Misalnya ketika Anda menghadapi masalah tuntutan pekerja, mungkin saja ada orang mengatakan begini, “Jika Anda seperti saya, sebagai tenaga kerja cuti hamil hampir sama tidak nyamannya dengan Anda. Ini karena pekerjaan mereka bisa jadi saya yang melakukan.” Tapi jangan tertipu; ini hanya trik lain yang digunakan beberapa wartawan untuk membuat Anda untuk berbagi lebih banyak informasi dari yang direncanakan dengan mengisi kekosongan percakapan.


Trik lainnya, beberapa wartawan mungkin seakan hanya mereview daftar pertanyaan yang ingin mereka tanyakan. Akan tetapi bagaimanapun, jangan terlalu banyak berbicara tidak peduli seberapa tergoda Anda. Berikan jawaban resmi dan tunggu mereka keluar. Jika Anda harus mengatakan sesuatu, cobalah dengan sesuatu seperti "Jika Anda telah mendapatkan semua informasi yang Anda inginkan, mohon maaf saya meninggalkan Anda karena saya ditunggu rapat."...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar