Selasa, 19 Januari 2021

STATPHOBIA

 


Pemeritah negara tiran paling takut sama statistik. Dulu, sebelum pemerintah Gorbachev, orang Rusia tidak pernah dan takut menggunakan statistik politik untuk menggambarkan kesengsaraan sejarah mereka.

Selama 1920-an hingga 1980-an, menurut Profesor Harvard, Gary King - ilmuwan di AS pertama yang mulai menggunakan statistik politik -- Uni Soviet memblokir akses pembelajaran dan data statistik yang diterbitkan lembaga-lembaga internasional. 

Alergi pemimpin-pemimpin Uni Sovyet terhadap statistik sunggu luar biasa namun mereka menikmatinya. Statistik sering digunakan sebagai alat propaganda. Stalin adalah pemimpin Uni Sovyet mempelopori penggunaan statistik untuk propaganda mengelabui rakyatnya. 

Dia memalsukan angka statistik nasional: Dia menutupi sekitar sembilan juta kematian akibat penindasan Stalin dan tingkat bunuh diri serta penahanan yang sangat tinggi. Lebih buruk lagi, usaha pribadi untuk mengumpulkan statistik juga dilarang, dan Pemerintah Tirai Besi itu mencegah ilmuwan politik mengakses sumber daya statistik asing.

Di akhir tahun 80-an, liberalisasi Gorbachev membawa upaya pertama untuk lebih sering menggunakan statistik politik. Namun, periode di mana statistik dapat dipopulerkan tak berjalan lama. 11 tahun kemudian, Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia dan mulai mengecam keras penggunaan statistik, terutama di media massa.

Nuansa itu diciptakan untuk mendukung propaganda. Masyarakat dibuat tidak melek statitik. Publik tidak peduli dengan metode analisis statistik. Disini Putin mendapat banyak mendapat manfaat. Antara lain, ketika Rusia menganeksasi Krimea, Putin tak perlu menjelaskan dengan data statistic soal alasannya. Cukup dengan menggunakan argumen sejarah dan sastra, rakyat Rusia memaklumi atau diam.

Para jurnalis Rusia juga terjebak dalam nuansa itu. Saat memaparkan peristiwa aneksasi itu, wartawan hanya menyinggung soal moralitas, kebanggaan bangsa, dan sejarah. Misalnya, ada seorang komentator yang berkata, “kami layak mendapatkan Krimea; kami adalah sebuah kerajaan dan secara historis kami memilikinya, "atau" Anda lihat, Tolstoy, Pushkin, Mayakovsky, menulis tentang Krimea sebagai wilayah Rusia. "

Padahal, beberapa statistik relevan yang mungkin bisa dijadikan acuan untuk mempengaruhi keputusan politik, misalnya apakah aneksasi mempunyai motif ekonomi atau ambisi geografis. Sebab bagaimanapun saat itu ekonomi Rusia sedag kendor.  Pada 2014, PDB per kapita Rusia turun dari 14.125 menjadi 9.325, sementara tingkat kemiskinan meningkat dari 11,2 persen menjadi 13,3 persen hanya dalam satu tahun. Data statistik ini sepenuhnya diabaikan.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar