Kamis, 15 Juni 2023

JURNALISME ERA BUZZER

 


Perkembangan signifikan dalam jurnalisme terjadi sepanjang beberapa dekade terakhir. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi, peran media konvensional berubah dan bergeser seiring munculnya platform media sosial.

Kritik terhadap kondisi jurnalisme saat ini sering merujuk pada dua aspek berbeda: jurnalisme investigatif, yang dianggap puncak kualitas, dan "buzzer statement", bentuk jurnalisme yang kurang substantif dan dianggap merusak kredibilitas profesi.

Jurnalisme investigatif dianggap bentuk jurnalisme yang paling disegani. Dedikasi tinggi terhadap kebenaran dan pencarian informasi yang mendalam membuat jurnalisme investigatif berpotensi mengungkap fakta-fakta penting untuk perubahan sosial. Hal ini mencerminkan nilai-nilai mulia dari jurnalisme: kebenaran, objektivitas, dan pelayanan publik.

Namun, "buzzer statement" berada di sisi lain spektrum jurnalisme. Praktik ini merujuk pada pembuatan konten media untuk tujuan spekulasi atau menciptakan sensasi, sering kali tanpa mempertimbangkan akurasi atau relevansi informasi. Meskipun "buzzer statement" berhasil menarik perhatian dan menghasilkan klik, praktik ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap media.

Krisis kepercayaan publik dan krisis finansial yang dialami media arus utama semakin mempertegas pentingnya isu ini. Masalah muncul saat media, dalam upaya mencari sumber pendapatan tambahan, memilih untuk menerapkan pendekatan yang lebih sensasional dan berfokus pada produksi konten yang mudah menjadi viral. Sayangnya, praktik seperti ini seringkali merendahkan kualitas dan merusak integritas profesi jurnalisme.

Media sosial tumbuh menjadi alternatif penting dalam era ini. Meski memberikan akses kepada publik untuk membagikan dan menemukan informasi dengan cepat, media sosial juga menjadi tempat subur bagi penyebaran informasi palsu dan misinformasi. Dalam konteks di mana 'buzzer statement' menjadi umum, peran media sosial dalam memfasilitasi penyebaran konten viral dapat memperburuk masalah ini.

Secara keseluruhan, perkembangan dalam jurnalisme dan peran media sosial menciptakan tantangan baru dan kompleks. Penting untuk mengingat nilai-nilai utama jurnalisme dan berusaha mempertahankan nilai-nilai tersebut di tengah perubahan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar