Selasa, 12 Februari 2019

Ingin Selalu Terdepan, Begini Caranya..



Pasta gigi adalah salah satu kategori yang paling menantang. Di India misalnya, merek pasta gigi yang beredar cukup banyak sehingga membuat pasarnya sangat kompetitif dan jenuh. Itu sebabnya, sulit bagi setiap merek untuk berada di puncak pikiran konsumen.

Kondisi itu memaksa pengelola merek untuk terus bergerak. Meskipun mampu mempertahankan posisi teratasnya karena ekuitas mereknya yang kuat di  konsumen, Colgate terus-menerus ditantang oleh merek pasta gigi lainnya. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan ekuitas mereknya yang kuat tersebut untuk meluncurkan lini produk yang diperpanjang sebagai suatu strategi.

Persoalannya adalah bila merek lain juga melakukan hal yang sama. Dalam situasi seperti itu keberhasilan merek untuk mengekstensi mereknya, selain sangat tergantung pada kekuatan mereknya, juga tergantung seberapa tinggi merek tersebut untuk terus mengaktifkan mereknya.

Selama beberapa kuartal terakhir 2018, Colgate mengalami pertumbuhan penjualan yang rendah  karena adanya persaingan dari Patanjali yang makin tumbuh. Namun, perusahaan yang berkantor pusat di Mumbai telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan kembali setelah mengubah portofolio di segmen natural.

Produk perawatan mulut Colgate di India mencatat pertumbuhan keuntungan 10 persen dan penjualannya tumbuh 7,7 persen. Dengan pertumbuhan volume keseluruhan sebesar 7 persen tersebut setara dengan pertumbuhan industri.

Di India, Colgate bersaing dengan Dabur dan Hindustan Unilever dalam kategori pasta gigi dan menikmati pangsa pasar kasar 52,5 persen, sedikit peningkatan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Analis melihat pengeluaran iklan Colgate yang lebih tinggi, meluncurkan lebih banyak varian, kenaikan harga dan fokus online yang mendorong peningkatan pangsa pasar. “Pertumbuhan volume keseluruhan adalah 7 persen. Ini sama dengan pertumbuhan penjualan pasta gigi (termasuk ekspor) secara nasional adalah 5-6 persen. Strategi Colgate berfokus pada portofolio pasta gigi natural.

Menurut Ian Cook, CEO Colgate Palmolive, keberhasilan Colgate mempertahankan posisi market leader di pasar pasta gigi di India tak lepas dari inovasi sebagai bagian kegiatan perusahaan yang paling besar.

“… kami telah melangkah ke dalam sekarang mengubah bentuk portofolio kami sebagai bagian dari inovasi itu. Salah satunay adalah dengan mentransfer merek global ke geografi baru atau saluran ritel baru, dan mengembangkannya sebagai merek local sebagai tanggapan terhadap pesaing. Salah satunya adalah Vedshakti di bawah merek Colgate Naturals Panjaved."

Kehadiran Patanjali yang meluncurkan merek Dant Kanti tahun lalu semakin memperketat persaingan pasta gigi di India. Dant Kanti merupakan pasta gigi herbal yang diproduksi dengan prosedur Ayurveda.

Menurut laporan lembaga riset IIFL, Patanjali kini sedang berjuang mempertahankan keberadaannya di ritel modern karena pelayanan yang buruk, peningkatan kehadiran dalam perdagangan umum, belanja perdagangan yang lebih rendah dan struktur distribusi yang kompleks.

Tahun 1995, Michael Treacy dan Fred Wiersema menulis buku berjudul The Discipline of Market Leaders (Addison-Wesley, Reading, MA). Menurut mereka, agar bisa menjadi pemimpin di pasar, perusahaan harus menyadari bahwa mereka tidak dapat menjadi segalanya bagi semua orang.

Perusahaan harus memusatkan sumber daya mereka pada salah satu dari tiga bidang - keunggulan operasional (operational excellence), kepemimpinan produk (product leadership), atau apa yang disebut oleh penulis sebagai keintiman dengan pelanggan (customer intimacy).

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Casio dapat menjual kalkulator lebih murah daripada Kellogg's yang bisa menjual sekotak sereal? Michael Treacy dan Fred Wiersema menjelaskan mengapa beberapa perusahaan mendominasi pasar, sementara yang lain tertinggal di belakang.

Tesis mereka tampak sederhana: perusahaan yang sukses harus memilih satu dari tiga disiplin nilai (biaya total terbaik, produk terbaik, atau solusi total terbaik) dan membangun organisasinya. Temuan mereka ini didasarkan pada studi tiga tahun di lebih dari 80 perusahaan di tiga lusin pasar yang dilakukan oleh perusahaan konsultan manajemen CSC Index.

Keunggulan operasional berarti menyediakan pelanggan dengan produk atau layanan yang dapat diandalkan dengan harga kompetitif, disampaikan dengan sedikit kesulitan atau ketidaknyamanan. Tujuannya adalah untuk memberikan kombinasi kualitas, harga, dan kemudahan pembelian yang tak tertandingi di tempat lain di pasar.

Bisnis seperti Price/Costco, Dell Computer, GE Appliances, Toyota, WalMart, Southwest Airlines, J. B. Hunt, Taco Bell, Federal Express, Charles Schwab, dan AT & T, menurut Treacy dan Wiersema (1995), merupakan contoh perusahaan yang memiliki keunggulan  operasional.

Kepemimpinan produk berarti menyediakan produk yang terus-menerus mendefinisikan kembali kebaruannya. Perusahaan yang memimpin produk harus kreatif, mengomersialkan ide mereka dengan cepat, dan tanpa henti mengejar cara untuk melampaui produk atau layanan terbaru mereka sendiri.

Thomas Alva Edison disebut sebagai bapak kepemimpinan produk. Kenapa? Laboratoriumnya menjadi model bagi produk keren seperti Microsoft dan Sony. Johnson & Johnson Vistakon, Inc., produsen lensa kontak sekali pakai, Harley-Davidson, Nike, Reebok, Maxis, MTV Walt Disney, Swatch, dan Intel adalah contoh lain dari pemimpin produk (Treacy dan Wiersema, 1995).

Keintiman (akrab) dengan pelanggan berarti menyediakan pelanggan dengan solusi total, bukan hanya produk atau layanan. Keintiman dengan pelanggan membuat bisnis mengetahui produk dan layanan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan tertentu dan kemudian menawarkannya. Dalam konteks ini, aset terbesar mereka adalah kesetiaan pelanggan.

Cable & Wireless Communication, menurut Treacy dan Wiersema (1995), perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia yang sepenuhnya melayani kebutuhan pelanggan bisnis adalah contoh dari perusahaan yang akrab dengan pelanggan. Juga Johnson Controls, AG Edwards, Cott Corporation, pensuplai peralatan rumah sakit Baxter International, Four Seasons , Home Depot, Nordstrom, dan Airborne Express.

Airborne Express, perusahaan jasa pengiriman barang melalui udara yang tumbuh paling cepat di Amerika Serikat, membangun keintiman pelanggan dengan berfokus pada pelanggan yang memiliki volume tinggi.

Mereka – misalnya -- bermitra dengan Xerox untuk mengirimkan suku cadang sebelum 10:30 pagi sehingga teknisi Xerox dapat mengurangi waktu jeda pelanggan mereka. Kotak-kotak diberi tanda khusus, dan pemindai semua pengemudi Airborne Express diberi kode yang bisa berbunyi dan membaca "Xerox" bila ada pengiriman Xerox.

Jadi mengapa harus memilih salah satu? Mengapa fokus? Perusahaan yang mencoba untuk menjadi segalanya bagi semua pelanggan berarti tidak ada apa-apa, adalah pemain biasa, dan akhirnya pindah ke anak tangga paling bawah atau keluar dari bisnis. Jadi perusahaan atau merek memilih untuk fokus adalah suatu keharusan jika seseorang ingin berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar